Tujuh Golongan yang akan mendapat lindungan Arasy-Nya di hari kiamat

July 17, 2008 at 12:19 pm (Kajian dulu euy)

Abu Hurairah ra telah meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda:
” Terdapat 7 golongan yang akan mendapat lindungan arasyNya pada hari yang tiada lindungan melainkan lindungan daripadaNya. Pemimpin yand adil; pemuda yang masanya dihabiskan untuk beribadah kepada Allah SWT; seseorang yang hatinya terpaut pada masjid; 2 lelaki yang berkasih sayang dan bertemu dan berpisah kerana Allah SWT; lelaki yang digoda oleh perempuan cantik dan berpengaruh untuk melakukan maksiat tetapi dia menolak dengan mengatakan Aku Takutkan Allah; seseorang yang bersedekah dan menyembunyikannya sehinggakan tangan kanannya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kirinya; dan seseorang yang mengingati Allah ketika bersendirian sehinggakan mengalir air matanya kerana Allah SWT.” Riwayat Muslim

1. Pemimpin (imam) yang adil.
Setiap yang dipertanggungjawabkan akan dipersoalkan kembali kelak. Maka bergembiralah kepada mana-mana peminpin yang dapaat berlaku adil. Pemimpin di sini termasuklah seorang suami yang memimpin isteri dan anak-anak. Seorang isteri yang memimpin anak-anaknya dan sebagainya.

2. Pemuda yang membesar dalam ibadah kepada Allah.

Naungan Ilahi ini juga dijanjikan kepada lelaki dan perempuan yang sentiasa hidup dalam ibadah kepada Allah. Sentiasa menyedari bahawa Allah melihat segala perbuatannya. Di mana segalanya di bawah kawalan dan naungan Ilahi.

3. Lelaki yang hatinya sentiasa rindukan (teringat-ingatkan) rumah Allah.

Begitu jua bagi lelaki yang hatinya sentiasa rindukan rumah Allah. Tertunggu-tunggu setiap masa untuk beribadah di dalamnya. Baik untuk sembahyang wajib

lima waktu setiap hari dan untuk ibadah lain.
4. Dua orang lelaki yang cinta mencintai kerana Allah bertemu dan berpisah kerana ALLAH.

Dalam satu hadis Rasulullah bersabda: “Allah telah mengutuskan malaikat kepada seorang lelaki semasa dalam perjalanan untuk menziarahi saudaranya kerana Allah”. Lalu malaikat bertanya: “Nak kemana?” Dijawab: “Aku mahu menziarah saudara ku… … ..” Tanya malaikat lagi: Untuk apa?” lelaki itu menjawab: Tiada apa-apa tujuan.” Ditanya lagi: “Apa hubungan dengan kamu?” Lalu dijawab oleh lelaki itu:” Tiada apa-apa hubungan.” Ditanya lagi: ” Apa budinya kepada kamu?” Dijawab:”Tiada apa-apa pun.” Ditanya lagi:” Apa tujuannya?” Lelaki itu menjawab:
” Aku mencintainya kerana Allah.” Berkata malaikat: sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada mu untuk memberitahu bahawa kerana kecintaanmu kepadanya maka ALLAH telah mengizinkan kamu memasuki syurgaNYA.” (Riwayat Muslim)

Perasaan sayang dan kasih terhadap orang lain bukan kerana ada tujuan lain. Bukan untuk memikat anak gadisnya atau hartanya, sebaliknya hanya mengharap keredhaan Ilahi. Hanya kerana Allah hubungan ini dieratkan.

5. Lelaki apabila mengingati ALLAH bersendirian menitis airmatanya.

Hadirnya perasaan takut kepada ALLAH walaupun bersendirian sehingga menitis airmatanya. Ianya bukan saja-saja tetapi hadir dari hati yang menginsafi kebesaran ALLAH.
6. Seorang lelaki yang dirangsang oleh seorang perempuan berdarjat lagi cantik untuk berzina, lalu ia berkata: “Tidak! Aku takutkan ALLAH” (inni akhofullah)

Sesiapa yang takut untuk berbuat kesalahan, takut kepada ALLAH dan azab api neraka akan sentiasa mendapat perlindungan dari-NYA.

7. Lelaki yang bersedekah dan tidak pula dimegah-megahkannya.

Pemberian yang mengharapkan balasan dari Ilahi tidak akan diperbesar-besarkan. sebaliknya akan dilakukan secara tersembunyi. Sehingga digambarkan seolah-olah tangan yang kiri tidak mengetahuinya apa yang disedekahkan oleh tangan kanan. Lupakan kebaikan dan pemberian kita, sebaliknya banyak mengingatkan kesilapan dan kesalah diri kita terhadap ALLAH dan orang lain.
Rebutlah peluang ini, jadilah orang yang beruntung di akhirat. Tiada yang mustahil untuk kita lakukan. Jadilah hambaNYa yang ikhlas dan redha atas segala yang berlaku. Semoga kita semua tergolong dalam golongan orang yang mendapat perlindunganNYA selalu.

sumber :
http://www.dakwah.info/index.php/Kajian-Hadith/7-golongan-yang-akan-mendapat-lindungan-arasyNya-pada-hari-akhirat.html

Permalink No Comments

Trainerkan diri

January 30, 2008 at 7:01 am (Uncategorized)

kita manusia…insan biasa yang dianugerahi kenikmatan dari pencipta yang tiada ternilai harganya.mulai dari mata, hidung, wajah, tangan, kaki, bahkan kesempurnaan dalam hidup ini telah kita dapatkan dan berjalan sesuai kodratnya. ketika kita ingin berjalan kita tidak mengalami kesulitan, bukan dengan merangkak, bukan juga dengan terseret-seret. kita berjalan menggunakan kaki yang sama dengan manusia-manusia yang lainnya. Tangan yang kita gunakan untuk berbuat sesuatu untuk orang lain pun tentunya adalah nikmat yang tak ternilai harganya. Sekarang penulis ingin bertanya baik kepada diri penulis sendiri maupun kepada anda yang sedang membaca tulisan ini. “Tangan ini yang kita gunakan berbuat sesuatu, SIAPA YANG PUNYA?”.”kaki ini yang kita gunakan untuk berjalan, SIAPA YANG PUNYA?”.”Anggota tubuh ini yang kita gunakan untuk hasrat kita, SIAPA YANG PUNYA?”.Adakah dari pembaca yang bisa menjawabnya??? penulis yakin bahwa anda sekalian dapat menjawabnya, yang tentunya dengan perbedaan-perbedaan di masing-masing jawaban. ada yang menjawab secara subjektif dengan bercermin dengan keegoisan diri dan ada yang menjawab dengan objektif dengan pemahaman berdasarkan kehidupannya.pertanyaan itu SANGAT MUDAH untuk di jawab, jika kita memahami bahwa kehidupan yang kita lalui ini adalah rangkaian-rangkaian waktu yang membentuk gerbong-gerbong kehidupan kita dan berakhir pada stasiun terakhir.Kepunyaan Allah lah semuanya akan berakhir…itu jawaban yang paling mendasar…Semua anggota tubuh ini kepunyaan Allah, bukan punya penulis ataupun anda, ..mendasar bukan!..OKE apabila tangan kita dipotong adakah yang bisa mengembalikannya kembali kekondisi semula(sesuai dengan kehendaknya)..ADAKAH YANG BISA…pahami itu wahai saudaraku sebelum kita menyelesaikan masalah ini

Permalink No Comments

life and love

January 15, 2008 at 4:50 am (Uncategorized)

The light of spirit, belajar pada alam menginspirasikan bahwa kita memang mempunyai semangat yang tidak ada bedanya dengan alam. Allah menciptakan manusia tidak dengan sia-sia, semua didasarkan dengan rasa cinta, tercipta dengan sempurna, mata, hidung, telinga, dan seluruh anggota tubuh, semua tercipta dengan rasa cinta. Cinta, ya cinta memang kata yang indah, kata yang apabila kita mendengarnya maka mengalirlah keinginan kita untuk merasakannya. Sebab cinta adalah nafas, ia adalah aura kehidupan. Jika cinta itu diumpamakan air pada tabiat dasarnya maka sifat utama air adalah sumber kehidupan. Ketika kita berbicara tentang masalah sumber kehidupan maka kita tidak bisa jauh-jauh dari yang namanya aura kehidupan.Aura kehidupan, ya masalah inilah yang sulit untuk dilakukan oleh setiap insan, sulit untuk direalisasikan pada kehidupan yang sebenarnya. Maka untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan sikap yang seimbang, sikap yang membuat hal disekitar kita merasakan nafas kehidupan kita, merasakan aura kehidupan.Terlepas dari masalah sikap, terkadang sikap yang kita lakukan masih jauh dari kesempurnaan, itu adalah masalah, masalah yang tentunya bila tidak dihadapi dengan hati yang lapang akan mencekam nafas kehidupan kita. Hal yang wajar bila manusia mempunyai masalah, tapi ketika kita dihadapkan kepada seseorang yang tidak mempunyai masalah ” no problem ” inilah yang menafikan pada kebenaran.

Permalink 1 Comment

layakkah kita di cintai

January 15, 2008 at 4:49 am (Uncategorized)

Layakkah Kita Dicintai

Bertanyakah kita. Hari ini. Sejenak saja. kepada diri sendiri. tentang sebuah lambang keberartian dan makna hidup yang sangat mendalam: kelayakkan untuk dicintai.maka layakkah kita dicintai?Ya,layak dicintai adalah lambang keberartian. sebab cinta tidak dipersembahkan untuk padang jiwa yang hampa. Tidak juga untuk karya-karya yang tak bermakna. hanya bila kita berguna, maka kita layak dicintai. hidup takkan memberi ruang pada orang-orang yang kikir atau degil, yang hanya bisa merusak dan tak pernah bisa membangun. yang hanya pandai mengkhianati, menyakiti dan tak pernah berdaya untuk merajut kembali. yang hatinya beku dan tak pernah mampu mengilhami. hanya bila kita berarti, maka kita layak dicintai.

kelayakkan dicintai adalah definisi dari sebuah kapasitas diri. kapasitas yang diukur dari sejauh mana kita memiliki harga. dalam wujud amal nyata dan peran-peran yang berbukti. bukan status, apalagi sekedar hiasan performa dan gincu-gincu kepalsuan.

nilai umum dari orang yang layak dicintai, adalah kemanfaatan dirinya bagi kehidupan, bagi sesama, dan bagi keberlangsungan hidup diri dan orang lain. ini tidak saja pesan bagi orang-orang yang sedang memburu cinta, para pemimpin yang mengais-ngais cinta rakyatnya. presiden yang merayu-rayu cinta pemilihnya.tapi juga untuk siapa yang ingin mendapatkan kelayakan untuk dicintai.

layakkah anda dicintai adalah pesan sosial yang menegaskan bahwa keberadaan kita di kehidupan ini, dirumah, di tempat bekerja, di masyarakat, di tempat belajar, di kursi-kursi jabatan mewah, harusnya mencerminkan kehidupan yang menjawab pertanyaan tersebut. siapa yang tidak berguna, tidak memberi manfaat pada kehidupan ini sesungguhnya memang tidak layak untuk mendapatkan cinta, dari siapapun.

bila daya manfaat dan keberartian merupakan labuhan cinta, maka sumber dan keberartian itu ada pada kekuatan kejujuran, dalam pengertiannya yang sangat luas. sebabnya adalah kejujuran itu sendiri yang akan memberi kita kekuatan untuk selalu meniti jalan hidup ini sesuai arah dan alurnya. sebab disanalah kekuatan untuk memberi manfaat itu menemukan mata airny. pada wilayah kebersamaan dengan orang lain, kejujuran adlah garansi yang menjamin tertunaikannya hak orang lain dari diri kita, dalam bentuk apa saja.

maka seorang pemimpin yang jujur dan kepemimpinannya memberi manfaat bagi rakyatnya, pasti dicintai oleh rakyatnya. seorang pegawai yang jujur dan berdaya manfaat akan dicintai oleh orang-orang yang diurusnya. seorang menteri yang jujur dan berguna akan dicintai oleh masyarakatnya. seorang pengusaha yang jujur dan berbagi manfaat akan dicintai oleh sesama. begitu seterusnya. seperti dijelaskan Rasulullah.”sebaik-baik pemimpin kalian, adalah yang kalian cintai dan merekapun mencintai kalian. yang kalian doakan, dan merekapun mendoaka kalian.”

pada setiap jengkal wilayah sosial kita, selalu ada tempat untuk bertanya tentang itu:layakkah kita dicintai ?seperti bila kita seorang suami. Ada banyak karunia pada status itu. tapi bukan karena satatus itu kita layaka dicintai. tapi pada apa yang kita ciptakan dengan status itu,pada kejujuran kesuamian kita. ketulusan untuk berkorban, berupa manfaat pada orang-orang yang ada dirumah kita sendiri: anak-anak,istri, atau keluarga lainnya. begitu pun menjadi seorang istri pun status. pada fungsi dan daya manfaatnya status itu menjadi landasan kelayakan untuk dicintai.

maka sebuah tragedi tentang pengeran Inggris,misalnya adalah sekelumit kisah tentang rumitnya cinta berlabuh pada tempat yang tidak layak. sang pangeran adalah pewaris tahta kerajaan. mendiang istrinya pun cantik rupawan. tapi nyaris tak ada kejujuran di sana. kejujuran yang hilang  telah mengubah pencarian cinta menjadi hanya setumpuk petualanga selera dan hawa nafsu.

sebaliknya lihatlah anak-anak kecil di sekitar kita. polos lugu. dan tak berdosa. kejujuran mereka benar-benar sempurna.maka anak-anak selalu layak dicintai. dengan sepenuh hati. dan kenyataannya memang begitu. orang tua bahkan rela berkorban apa saja demi buah hati mereka. sebab anak-anak itu selalu memancarkan ketulusan. tak ada dusta, tak ada khianat, apalago dan hasad. anak-anak adalah kejujuran itu sendiri. itulah mengapa Al-Quran menamai mereka dengan “Qurrota a’yun”,yang indah di pandang mata. sebab sejujurnya di sana ada ketulusan yang tak berbicara dengan kata-kata. di sana ada kejernihan yang memantulkan cahaya.

tetapi karunia iman memberi kekuatan lain pada makna kelayakan itu. di sini keberartian menjadi sempurna. beriman, berdayaguna,taat, dan kemudian memberi manfaat bagi kehidupan sesama.maka sebaik-baik oran mukmin adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain. tak ada yang bisa melakukan sesuatu yang sangat istimewa, melebihi apa yang bisa dilakukan oleh kekuatan iman.

karenanya kelayakan dicintai pada dimensi yang paling mendalam adalah kemampuan seorang manusia untuk bisa mengerti apa yang seharusnya dilakukan sebagai seorang hamba yang diciptakan Allah di muka bumi ini.yang kelak akan mati, lalu dimintai pertanggungjawaban.maka ia akan memburu cinta-Nya, agar layak dicintai.pada perburuab cinta itu lantas berhamburlah amal-amal dan kebaikannya,untuk orang-orang yang ada disekelilingnya. maka profesi dan status tak kuasa membendung aliran-aliran kebaikan itu.sebab profesi dan status itu hanya lorong-lorong tempat orang-orang yang layak dicintai itu mengalirkan arus kebaikannya.

bertanyalah kita. hari ini. sejenak saja. tentang hiruk pikuk pergulatan hidup yang kita jalani. tentang rumah tangga yang berbilang tahun kita arungi.di jenak-jenak lelah dan godaan bosan yang menghantui. atau tentang kerja-kerja duniawi yang menguras akal budi. disela oleh mimpi dan keinginan memiliki bertumpuk rezeki.atau tentang perburuan jabatan yang berlumur ketidakadilan.atau tentang belajar di meja-meja buku yang tak kunjung usia. ditingkahi malas dan lambaian jalan menyimpang yang merajuk merayu. ADAKAH SEMUA ITU MENGANTARKAN KITA MENJADI ORANG YANG LAYAK DICINTAI?

Permalink 1 Comment